Analisis Kekuatan Calon Lawan United di 8 Besar UCL

0 789

Drawing Quarter Final UCL akan dihelat nanti sore waktu Indonesia (WIB). Daftarnya dimulai dengan Manchester United itu sendiri, ditemani 3 tim inggris lainnya Tottenham Hotspur, Manchester City, Liverpool. Kemudian, Barcelona, Ajax, Porto dan Juventus.

Siapa sangka, yang semula pendukung United pasrah saja akan kompetisi paling bergengsi di eropa ini. Kepasrahan di era Mourinho diubah Ole menjadi mimpi juara. Peluang United melenggang sampai ke final juga bisa dilihat melalui drawing nanti.

Getty Images/Clive Mason

Semuanya tentu berharap mendapatkan lawan yang tidak terlalu merepotkan, demi menjaga asa lolos ke Semifinal. Pendukung Manchester United sendiri masih dalam euforia fantastis setelah menang melalui comeback dramatis melawan PSG kemarin. Namun sayang, karena pikirannya masih tertinggal di Paris, mereka tampil kurang maksimal saat bertandang ke Emirates Stadium.

Sekalipun Ole memiliki hasil mentereng di tandang–sampai akhirnya harus putus rekornya karena kalah dari Arsenal, yang terpenting ialah fokus dari laga ke laga. Tiada artinya menang di satu lagi, kemudian kalah di laga selanjutnya. Mental dan konsistensi menjadi pekerjaan rumah besar, kalau United mau terus melaju di Champions League.

Dengan keadaan United yang sebelumnya tidak memiliki kans di UCL, menjadi salah satu yang diperhitungkan adalah sebuah proses yang mengejutkan. Menang lawan PSG juga bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan berlebihan, karena klub ini memang sudah seharusnya seperti itu. Dengan fokus pemain yang belum sepenuhnya kembali seperti di laga Arsenal, menandakan ada standar yang menurun di klub ini dan itu harus dibenahi.

Berikut sedikit gambaran mengenai calon lawan United di Quarter Final:

AFC Ajax

Bernat Armangue/AP Photo

Semuanya cerita comeback di UCL musim ini (di babak 16 besar) dimulai oleh Ajax, yang kemudian menginspirasi anak asuh Ole untuk melakukan hal yang sama di Paris. Sebelumnya, siapa yang mengira Ajax bisa menyingkirkan Real Madrid, juara bertahan 3 kali berturut-turut? Kemenangan Ajax bagaikan dongeng, terlalu indah untuk jadi kenyataan. Kemenangan ini juga menjadi kemenangan semua orang yang muak (atau iri) melihat Madrid selalu berjaya di Liga Champions dalam beberapa musim terakhir.

Tidak diunggulkan membuat Ajax tampil tanpa beban dan malah membuat motivasi mereka berlipat ganda. Madrid yang memang tampil inkonsisten dibawah Solari jadi salah satu faktor, belum lagi kebodohan Sergio Ramos dengan arogansi kartu kuningnya.

Anak-anak muda Ajax sedang mencoba membangkitkan persepakbolaan Belanda dengan akademinya. Siapapun yang jadi lawan Ajax, mereka seperti membawa pesan: “Jangan anggap remeh kami!”.

Tottenham Hotspur

Sascha Schuermann/AFP/Getty Images/

Spurs menjadi tim Inggris pertama yang memastikan lolos ke 8 besar, meskipun kabar kemenangannya kurang terdengar karena kalah gaung dengan kemenangan perkasa Ajax di Madrid pada malam yang sama.

Meskipun mampu mengalahkan Dortmund di kedua leg kemarin. Menurut saya, Spurs adalah lawan yang bisa dibilang paling ‘aman’ kalau United mau melaju ke Semifinal. Lawan yang familiar di Premier League dan kekalahan beruntun oleh tim-tim Inggris, modal kuat jiga Spurs mendapatkan lawan dari negara yang sama, khususnya Manchester United.

Lagipula sejak kapan Spurs dianggap penantang serius suatu kompetisi?

FC Porto

Miguel Vidal/Reuters

Sama seperti Ajax. Porto yang harus melawan semifinalis musim lalu, Roma, dianggap tidak memiliki kans untuk lolos. Melalui drama extra time, Porto berhasil menang dan lolos ke 8 besar.

Jujur saja, Porto ini meskipun di atas kertas bisa dibilang tim yang paling mudah dibanding tim lain di 8 besar. Tapi, mengingat riwayat United melawan tim dari Portugal yang tidak mulus, ditambah kejutan-kejutan yang bisa dibawa oleh tim-tim yang tidak diunggulkan. Saya justru akan cemas kalau United mendapatkan Porto.

Manchester City

Jan Kruger/UEFA via Getty Images

Tujuh gol. Schalke dipermalukan City di rumah mereka, sampai pelatih kepala Schalke harus dipecat dengan hasil memalukan ini.

City bisa dibilang menjadi tim terkuat di UCL musim ini. Secara permainan, tidak ada yang bisa mengimbangi Manchester City saat mereka sedang dalam kondisi terbaiknya. Tapi, panggung UCL lebih sering berbicara tentang mental dan ini yang tidak dimiliki City dilihat dari kiprahnya di UCL selama ini. Apa musim ini akan berbeda? Semua tergantung bagaimana Pep memompa semangat dan mental anak asuhnya.

Untuk United, melawan City di 8 besar adalah perjudian yang terlalu besar. Mereka saat ini sedang solid dan sangat mampu mengalahkan siapa saja. Sedangkan United yang masih berusaha mencapai permainan terbaiknya dan City adalah salah satu lawan yang sebaiknya dihindari.

Juventus

Daniele Badolato/Juventus FC via Getty Images

Atletico bertekuk lutut setelah kalah 3-0 di Turin, meskipun sudah menang 2-0 di leg pertama. Cristiano Ronaldo jadi aktor utama kemenangan Juve. Magisnya lagi-lagi membawa tim yang dibelanya lolos ke babak selanjutnya.

Satu grup dengan United, membuat laga ini bisa dibilang akan berjalan sengit. Kedua tim sama-sama punya peluang lolos, setelah di fase grup mampu mengalahkan satu sama lain.

Juve berbahaya dengan faktor Ronaldonya, ditambah lagi ia sering mencetak gol setiap kali berjumpa dengan United. Ini yang harus diwaspadai.

Liverpool

AP Photo/Kerstin Joensson

Setelah bermain 0-0 di Anfield, Bayern malah gagal menang di kandang sendiri. Mane dan Van Dijk jadi pemain yang disorot karena performa mereka yang brilian.

Kalau ini terjadi. Tentu akan jadi pertandingan yang seru, belum lagi terakhir kali keduanya berjumpa. United masih memainkan sepakbola pragmatis. Ada baiknya drawing ini dihindari. Kenapa? Bukannya tidak yakin United bisa lolos, justru kalau Liverpool tersingkir, mereka bisa fokus di liga dan itu juga bukan kabar yang baik. Skenario terbaik ya mereka lolos (dengan bertemu tim lain) kemudian terpeleset, karena bagaimanapun fokus mereka harus terbagi. Belum lagi dengan gaya bermain ala Klopp yang menguras fisik pemain.

Bagaimanapun caranya, pendukung Liverpool harus tetap berkata: “Next year will be our year!”.

Barcelona

AFP/Getty Images/Pau Barrena

Barcelona membantai Lyon 5-1. Barcelona musim ini enggak bagus-bagus amat, mereka lumayan inkonsten dan penyebabnya tergantung bagaimana permainan Messi. Ketergantungan Barcelona pada Messi sama seperti Juventus pada Ronaldo. Magis kedua pemain ini bisa menembus sekat-sekat kemustahilan dan wajar karena mereka dua pemain terbaik saat ini, meskipun usianya sudah 30 tahun lebih!

Karena faktor inkonsistensi dan ketergantungan pada Messi, Barcelona akan jadi lawan yang menarik seandainya dipertemukan nanti. Sekaligus menguji kualitas Ole dan anak asuhnya. Enggak usah tanggung, langsung aja Barcelona.

Modal lainnya. Ole punya kenangan indah di Camp Nou tahun 1999 dan Ole dengan senang hati pasti siap mengulang kegemilangan di rumput Camp Nou, namun bedanya kali ini, ia tidak bermain dan akan melawan tuan rumah.

Action Images via Reuters

Siapapun yang nanti menjadi lawan Manchester United di Quarter Final. Kita percayakan semuanya kepada Ole dan para pemain sambil berharap yang terbaik. Ole’s at the wheel!

Jangan sampai ketinggalan berita terbaru. Subscribe sekarang!

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.