Timnas Resmi Gugur. Jajaran Jurnalis MUW Meminta Maaf.

1.381

Timnas Indonesia telah resmi gagal melaju ke semifinal setelah melakoni seluruh laga di piala AFF 2018. Timnas hanya menorehkan sekali kemenangan di semua laga di grup AFF 2018 sehingga tidak dapat melanjutkan ke babak selanjutnya. Timnas dianggap tidak bermain dengan optimal di piala AFF 2018 meskipun telah diperkuat oleh pemain berkualitas diliga domestik atau diliga internasional.

SINGAPORE, SINGAPORE – NOVEMBER 09: Indonesia’s coach Bima Sakti reacts during the AFF Suzuki Cup Group B match between Singapore and Indonesia at the Singapore Sports Hub on November 09, 2018 in Singapore, Singapore. (Photo by PictoBank/Getty Images)

Bima Sakti selaku pelatih timnas mengatakan jika anak asuhnya bermain tanpa visi, dan karena itulah Timnas tidak dapat bermain optimal dan sesuai intruksi pelatih. Timnas dibawah asuhan Bima Sakti dinilai memiliki kualitas yang tidak sebanding dengan timnas asuhan Luis Milla. Bahkan, Bima Sakti siap mundur jika diperintah oleh PSSI. Suporter timnas menyebutkan jika PSSI tak serius memperbaiki sepakbola negeri ini.

Edy Rahmayadi ketika ditanya soal timnas oleh wartawan. (Sumber : Tribun Style/ Tribunnews

“Kalau wartawannya baik, maka timnasnya pun juga baik”

Edy Rahmayadi

Pada awalnya, Kami selaku admin dan jurnalis Manchester United World (MUW) berpendapat jika wartawan tidak memiliki hubungan dengan performa timnas hingga kami membaca artikel pada media panditfootball yang berjudul PERMINTAAN MAAF KAMI. Setelah membaca artikel tersebut dengan seksama, kami tersadar dan memahami jika wartawan memang benar-benar memiliki hubungan yang sangat erat dengan performa timnas.

Dengan begitu, Kami membuat surat permohonan maaf dengan mengutip sedikit kalimat surat dari media panditfootball. Berikut adalah surat permintaan maaf kami:

Kepada

Yth. Seluruh Rakyat Indonesia dan Lembaga PSSI

Di Tempat

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan kegagalan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia di kompetisi Asean Football Federation Cup 2018 (Piala AFF 2018) dan juga gagalnya di ajang turnamen lainnya, kami admin dan jurnalis Manchester United World (MUW) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya PSSI.

Kami sebagai media olahraga tidak dapat menjadi media yang baik untuk lembaga PSSI dan seluruh rakyat indonesia.

Sebagai media olahraga yang fokus liga internasional, kami sangat jarang meliput Tim Lokal dan Tim Nasional sehingga kami tidak mengenal Tim Nasional yang ternyata bermain dengan sangat cantik melebihi tiki taka Spanyol atau samba ala Brazil. Kami tiada henti meliput liga internasional hingga tak acuh dengan kegiatan PSSI yang telah menyelenggarakan 10 acara yang “mungkin saja” prestasi tersebut mengalahkan EO (Event Organizer) ternama didunia.

Kami meminta maaf pula untuk luputnya untuk meliput indahnya fairplay liga indonesia, semestinya kami menuliskan beberapa artikel tentang hebatnya liga indonesia di kancah internasional. Kami juga sepatutnya menuliskan prestasi PT. Liga Indonesia yang luar biasa banyak dan hebatnya di Indonesia.

Kami meminta maaf dikarenakan lalai untuk meliput adilnya wasit di liga indonesia. Kami terlalu fokus untuk membahas liga-liga di mancanegara khususnya liga Inggris yang mungkin saja kualitasnya sangat jauh dibawah liga indonesia. Semestinya kami juga menuliskan terkenalnya wasit indonesia yang sering kali memberi keputusan sangat adil di dalam lapangan untuk kedua belah pihak.

Kami juga turut meminta maaf atas luputnya menuliskan prestasi cabang olahraga sepak bola di turnamen Asian Games 2018. Kami juga lupa untuk menuliskan betapa superiornya PSSI dan bobroknya kepelatihan Luis Milla yang hanya dapat menang dengan skor 4-0 melawan Taiwan di Asian Games 2018. Kami bahkan lupa untuk membuat artikel khusus dengan kata-kata yang sangat manis dari sekjen PSSI Ratu Tisha yang mengatakan jika orang boleh diganti, tetapi tidak untuk sistemnya. Padahal, ucapan tersebut sangatlah mencerminkan sistem PSSI sangat teratur saat ini, tetapi kami melupakan untuk meliput hal ini.

Kami juga meminta maaf lantaran terlalu fokusnya kami meliput liga internasional, sehingga kami lupa untuk meliput transparansi masuknya uang denda hukuman dari klub kontestan liga Indonesia di PSSI. Padahal, uang denda tersebut telah dimanfaatkan dengan sangat baik untuk memajukan sepak bola di Indonesia, tetapi tetap saja kami tidak meliputnya. Kami meminta maaf karena lupa untuk menuliskan kebaikan PSSI yang memberikan hukuman yang adil untuk seluruh kontestan Liga Indonesia.

Atas kesalahan-kesalahan yang menyebabkan kegagalan Tim Nasional Indonesia di Piala AFF 2018 dan gagalnya Tim Nasional di turnamen lainnya , kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia dan khususnya lembaga terbaik di Indonesia juga dunia yaitu PSSI. Kami berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran kami para wartawan untuk ke depannya agar tidak terjadi kembali di kemudian hari.

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, semoga berkenan dan untuk dimaafkan.

Hormat kami,

Manchester United World.

ga usah dibawa serius kali, sekelas panditfootball aja bohong, apalagi kami yang bohongnya kuadrat he.. he.. he..

Jangan sampai ketinggalan berita terbaru. Subscribe sekarang!

Berita Menarik Lainnya
  1. Arif

    ASIYAPPP WKWK

  2. Kevin

    HAHAHAH NICE SARCASM

Komentar ditutup.