Kepalsuan Didatangkan, Kebenaran Terasingkan. : Bag. Arema Indonesia

2.700

Mengutip sumber Wikipedia, Arema Indonesia didirikan pada 11 Agustus 1987 oleh Acul Zaenal dan Lucky Acul Zaenal. Tim dengan berjuluk Singo Edan dan bermarkas di Kanjuruhan, Arema menjelma menjadi tim kebanggan arek-arek Malang dan sekitarnya. Arema Indonesia sempat menyita perhatian publik dan pecinta sepak bola dengan beberapa prestasi yang diraihnya.

Suporter Arema Indonesia sangat fenomenal, bahkan beberapa kali telah mendapatkan penghargaan kelas nasional. Akan tetapi, permasalahan mulai muncul pada tahun 2011-2012 kala M. Nur selaku pemilik Yayasan Arema memilih liga IPL (Indonesia Premiere League) yang diakui sah oleh PSSI dan seorang berinisial RK selaku bupati sekaligus mantan bendahara Yayasan Arema membuat tim Arema “tandingan” yang berlaga di kompetisi ISL (Indonesia Super League).

Arema Indonesia dan AC (biasa dipanggil “Cronus”)

 

 

M Nur mengikuti “saran” PSSI yang mengatakan jika IPL adalah liga legal di Indonesia. Pada awal 2011-2012, seluruh jajaran kompetisi tidak ada yang bermasalah hingga La Nyalla Mataliti membuat federasi “tandingan” yaitu KPSI (Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia), federasi ini bahkan membuat kompetisi “tandingan” pula yang bernama ISL dengan beberapa klub copy-an dari klub IPL.

Dengan adanya federasi, dan kompetisi “tandingan”, hampir seluruh wilayah di Indonesia terjadi kericuhan dan dualisme kepemilikan klub. Tidak terkecuali Arema Indonesia yang akhirnya terjadi dualisme yaitu Arema Indonesia dan AC klub “tandingan” bentukan bupati RK, LNM, JD, dan IB. AC (biasa dipanggil “Cronus”) pun memiliki homebase di kota Malang yang dimana kota tersebut serupa dengan homebase Arema Indonesia. AC kabarnya mendapatkan stok pemain dari VW sebagai pemasok utama dari para pemain AC ini. Pemain didatangkan dari klub “langganan” VW, yaitu Perseba Bangkalan, Mojokerto Putra, PSIR Rembang, Persikubar, dan Deltras Sidoarjo.

Arema Indonesia hanya anak tiri

Pada tahun 2011-2012 , Arema telah mengikuti segala & apa yang diinginkan oleh PSSI. Bahkan, Arema dapat berkompetisi pada AFC tanpa ada halangan karena telah mengikuti langkah yang diperintah oleh PSSI. Akan tetapi, PSSI berubah haluan 180° derajat ketika jajaran PSSI dilebur menjadi satu dengan pengurus KPSI. Pada tahun berikutnya (2012-2013) Arema Indonesia yang sebelumnya selalu mengikuti “saran” PSSI tiba-tiba tidak diakui dan justru mengakui Arema Cronus yang bertanding di ISL adalah yang “asli”.

Arema Indonesia tidak dapat bergerak lebih jauh. AC dimiliki oleh “orang-orang kuat” seperti LNM, RK, JD, & IB. Oleh sebab itu, Arema Indonesia mulai kehilangan pamor lantaran tidak dapat bersaing dengan AC yang memiliki “orang-orang kuat” dibelakangnya.

RK adalah “penunggang politik” di Arema Indonesia

RK adalah salah seorang bupati asal Jawa Timur dan mantan bendahara yayasan arema hingga mengundurkan diri pada tahun 2010. RK sebelumnya disinyalir telah menggunakan nama Arema Indonesia demi mengangkat pamor untuk memperpanjang periode jabatan bupati nya. RK dan S juga disinyalir menjadi dalang utama dibalik dualisme Arema Indonesia dan Arema Cronus.

Arema miliknya (AC) yang sebelumnya “sepi peminat” akhirnya dapat menarik para pendukung Arema Indonesia dan berbalik arah mendukung AC. RK diduga kuat telah datang langsung ke korwil (Koordinator Wilayah) Arema Indonesia dan meminta mereka untuk mendukung AC. Bahkan, menurut sumber yang kami dapat bahwa S, LNM, JD, & IB juga telah membantu RK untuk membentuk AC dan membantu untuk menarik simpati warga malang.

Media bertanggung jawab atas nasib Arema Indonesia

Kala itu, hanya Media JP asal Surabaya yang berani membuka bobroknya RK dan Klub buatannya. Media asal Malang seakan-akan memilih membisu dan bungkam untuk membuka fakta bahwa Arema Indonesia lah yang benar-benar asli buatan Alm. Sam Ikul. Bahkan, karena bungkam dan membisunya media asal Malang, warga Malang akhirnya dapat “disetir” oleh RK untuk mendukung klub buatannya. YS selaku salah satu petinggi Arema pun yang sebelumnya mendukung Arema Indonesia akhirnya mendukung AC.

AC akhirnya dapat menguasai seluruh kota Malang dari suporter hingga media asal Malang. Arema Indonesia mulai tidak terlihat dan mulai dilupakan hanya karena “tutup mulut” dari para media asal Malang. Arema Indonesia akhirnya dipaksa untuk “mati suri” oleh para penguasa pada saat itu.

Bukti Bahwa Arema Indonesia Adalah Buatan Alm. Sam Ikul

 

Surat Pelita Jaya Cronus Disomasi (Hal. 1)

Fakta yang tidak dapat ditolak dari kebenaran atau kebohongan adalah nama PT dari klub tersebut. Perseroan milik Arema Indonesia buatan Alm Sam Ikul adalah PT. Arema Indonesia dan Yayasan Arema, sedangkan Arema Cronus / Arema FC adalah PT AABBI. Dari perbedaan nama perseroan tersebut telah terlihat mana yang menjadi Arema “asli” atau “palsu”.

 

Surat Pelita Jaya Cronus Disomasi (Hal. 2)

 

Perbedaan yang lainnya adalah jika AC / A FC mengaku Arema “asli” milik Alm Sam Ikul, semestinya Alm. Sam Ikul memiliki saham saham kehormatan di A FC dan semestinya saham yayasan arema juga terpapar di klub A FC.

Arema Indonesia Telah Bangun

Selama kurang lebih 5 tahun tertidur, Arema Indonesia akhirnya mulai berkompetisi kembali meskipun pada liga amatir. Arema Indonesia mendapatkan pemain yang telah diseleksi pada tahun 2017. Arek-arek Malang perlahan mulai tersadar dan memilih mendukung Arema Indonesia daripada A FC.

 

 

Arema Indonesia yang pada sebelumnya menjadi klub dengan salah satu pamor tertinggi di Indonesia akhirnya harus memulai kembali dengan “mencuri” pamor A FC setelah 5 tahun “tertidur”. Arema Indonesia telah bersiap untuk memulai menyusun “puzzle” kembali demi meraih prestasi layaknya yang telah dimiliki sebelum dipaksa mati oleh RK, S, LNM, JD, dan IB. Saat ini, Arema Indonesia telah bertanding di Liga amatir / Divisi 4 di Indonesia.

 

Selamat datang kembali Arema Indonesia, Panjang Umur Perjuangan!

 

 

*narasumber : Inisial J (Suporter Arema Indonesia)

Jangan sampai ketinggalan berita terbaru. Subscribe sekarang!

Berita Menarik Lainnya
  1. Pramana Adi Samudra

    SUDAH DICROSSCHECK KEBENARANNYA BELUM ? Jangan asal share min. lagian ini fanpage MU, jadi hati2 kalau buat artikel/konten jangan asal copas tulisan/info orang lain seolah2 sudah menulusuri semua sumber dan pihak terkait.

    saya kebetulan Aremania. sudah menjadi Aremania sejak SD, 2004 pun saya sudah menjadi fans Arema.

    kalau admin mau cek sampek legalitas dan sejarah. Monggo cek IG @rodrigosantono atau @mencerahkan_arema

    bahkan sam elkepet & yuli sumpil yg menjadi tokoh Aremani sejak tahun 1990-an dan terlebih lagi ovan tobing juga ada di Arema FC.

    heran dengan mereka ini sebenarnya fans klub Arema atau fans nama Arema Indonesia ?

Komentar ditutup.