Kisah Klasik Big Four EPL

0 170

Sulit untuk tidak sepakat bahwa English Premier League adalah kompetisi yang paling kompetitif di daratan Eropa. Di EPL, semua tim bisa mengalahkan satu sama lain serta penantang gelar juara bukan hanya klub itu-itu saja. Berbeda dengan Serie A dan Bundesliga yang pemenangnya bahkan sudah dapat dipastikan sebelum musim dimulai. Juventus dan Bayern Munchen pun mungkin sudah bosan menjadi juara.

Di Liga Spanyol, hanya ada 2 klub yang menjadi penguasa yaitu Real Madrid dan Barcelona. Hanya Atletico Madrid yang siap menjegal langkah kedua tim tersebut. Sementara itu, di Ligue 1 Paris Saint Germain tak terbendung meski sempat direbut tahtanya oleh AS Monaco pada musim lalu. Sejauh musim ini, PSG sudah kembali ke jalur yang semestinya.

Kembali ke EPL, pada awal hingga pertengahan tahun 2000-an dikenal istilah Big Four yang setia menempati 4 posisi teratas klasemen. Mereka adalah Manchester United, Liverpool, Chelsea, dan Arsenal. Dominasi tim-tim tersebut sulit dihentikan oleh yang lainnya, kecuali pada musim 2004/2005 dimana Everton berhasil merangsek ke posisi kesukaan klub berjuluk Meriam London yaitu urutan keempat.

Pada era EPL dengan format baru, Manchester United adalah yang terbaik dengan sukses meraih 13 trofi. Chelsea berada di urutan kedua dengan capaian 5 gelar. Adapun Arsenal berhasil menjuarai EPL 3 kali dengan satu musim yang istimewa yakni pada musim 2003/2004 dimana mereka tak terkalahkan sekali pun. Sementara itu, Liverpool yang notabene rival abadi dari Manchester United memang belum meraih juara akan tetapi selalu diperhitungkan dalam perburuan gelar juara dan berhasil mencapai posisi runner-up 3 kali.

Akan tetapi, sejak musim 2011/2012 kisah kejayaan Big Four itu seolah menjadi kisah klasik semata. Pasalnya, Manchester City berhasil menjadi juara kala itu secara dramatis dengan unggul selisih gol dari Manchester United. Anomali pun berlanjut ketika Leicester City sukses mengguncang jagat sepakbola dengan menjuarai EPL untuk pertama kalinya dan menghempaskan Tottenham yang pada akhirnya finish di posisi ke-3 di bawah Arsenal pada musim 2014/2015. Tottenham pun semakin layak menjadi penantang serius dalam perburuan gelar juara EPL setelah meraih posisi runner up pada musim lalu.

Kini, istilah Big Four di EPL sudah tidak relevan lagi. Dengan melejitnya performa Manchester City dan Tottenham Hotspur, maka saat ini istilah Top Six lebih cocok untuk digunakan. Perkembangan dari Big Four menjadi Top Six membuat EPL semakin menarik untuk disaksikan. Klub yang menjadi juaranya pun semakin sulit diprediksi.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Berita Menarik Lainnya
Komentar
Memuat...