Scott McTominay: Cerminan Dua Gelandang Klasik United

6.581

Jalan Panjang McTominay Hingga Saat Ini

Meninggalkan rumahnya di Lancaster di usia muda, tidaklah mudah bagi seorang McTominay ataupun pesepakbola manapun. Demi mimpinya, ia harus berkomitmen dan sesuatu harus dikorbankan.

Jalannya tidaklah mulus, menyadur dari artikel Sky Sports bahwa McTominay beberapa kali kesulitan saat di akademi. Di saat pertandingan-pertandingan junior banyak ditonton orang, terlebih mereka yang mencari bibit-bibit pemain muda. Bakat McTominay selalu tidak terendus saat itu. Karena memang kemampuannya tidak begitu menonjol.

Bahkan sampai 2015 pun, di Manchester United u-21 McTominay hanya dua kali bermain sebagai starter dari total 22 laga yang dimainkan tim. Mulailah sejak dua tahun terakhir, ia mulai memainkan banyak laga.

McTominay (ujung kiri) dengan rekan setimnya saat memenangkan EPL U-21 pada 2016. Pic via SkySports

Tinggi menjadi masalah bagi McTominay remaja. Pada tahun 2015 tingginya hanya 173cm, tapi sekarang dia menjadi pemuda jangkung bertinggi 195cm. Ia sendiri berkata beberapa kali bahwa “tubuhnya belum siap” kepada pelatih McGuiness dan Warren Joyce pada saat itu. Di mulailah proses di mana segala sesuatu yang ia lakukan diatur dan diawasi dengan ketat.

Sekarang ia berada di satu ruang ganti bersama nama-nama besar pemain Manchester United. Satu mimpi seorang anak kecil telah terwujud.

Cermin Dua Gelandang Klasik United

Menurut KBBI, Klasik berarti mempunyai nilai atau mutu yang diakui dan dijadikan tolak ukur kesempurnaan yang abadi dan tertinggi. Klasik bisa juga diartikan bersifat seperti seni klasik, yaitu sederhana, serasi dan tidak berlebihan.

Dalam konteks tulisan ini, klasik yang akan saya tekankan ialah kualitas, nilai atau mutu seorang pemain yang dijadikan tolak ukur pemain lainnya.

Scott Mctominay, lulusan akademi Manchester United yang akhir-akhir ini mencuri perhatian dengan permainannya yang khas. Bermain dengan penuh kesederhanaan dan kehati-hatian.

Ada dua nama yang paling sering disebutkan memiliki gaya bermain yang mirip dengan McTominay. Mereka adalah Michael Carrick dan Darren Fletcher, dua gelandang klasik Manchester United yang menampilkan puncak permainan mereka di era Sir Alex Ferguson.

Alex Livesey/Getty Images

Kualitas Carrick dan Fletcher tidak perlu diragukan lagi. Bertahun-tahun bekerja sama mengendalikan lini tengah Manchester United (meskipun Fletcher cenderung lebih sering dirotasi).

Kata klasik cocok disematkan kepada keduanya. Memiliki kualitas dengan gaya bermain yang sederhana, serasi dan tidak berlebihan. Terlepas dari kesamaan keduanya, tentu ada hal yang menjadi ciri khas masing-masing.

Clive Mason/Getty Images

Michael Carrick memiliki nilai lebih dalam hal visi bermain, kecerdasan, dan ketenangan saat menguasai bola. Salah satu alasan mengapa dia menjadi Manchester United’s Players’ Player of the Year musim 2012/2013.

Michael Regan/Getty Images

Di sisi lain, Fletcher memiliki kelebihan dalam hal agresifitas, duel fisik, dan lebih baik saat membatu serangan.

Carrick adalah seorang jenius. Fletcher adalah seorang petarung. Dan keduanya berjiwa pemimpin di lapangan.

Apa yang kita lihat sekarang ini dengan Matic dan McTominay sebagai double-pivot, seperti kilas balik di mana Carrick dan Fletcher bermain bersamaan dengan peran serupa, dengan Fletcher yang berposisi sedikit ke depan.

Gaya Main Scott Lebih Mirip Siapa?

Banyak sekali diskusi atau perdebatan di sosial media yang menyebutkan ia lebih condong ke salah satu nama tadi. Tentu dengan argumen masing-masing yang ada benarnya.

Ada juga yang menyebutkan McTominay adalah McTominay, tidak ada sangkut pautnya dengan gelandang-gelandang sebelumnya, ini saya kurang setuju. Dengan sejarah kental di Manchester United dengan pemain-pemain besarnya, tentu hal tersebut sudah tidak bisa dipisahkan.

Paul Gilham/Getty Images

Fletcher dan Carrick adalah dua legenda yang meraih sukses besar bersama klub. Dengan Scott yang menjadi pemain akademi sejak umur 9 tahun, jelas pasti ada nama-nama yang permainannya sering ia tonton atau contoh. Secara tidak langsung berpengaruh kepada gaya mainnya sekarang ini.

Semuanya bisa diperdebatkan. Saya sendiri melihat Scott memiliki gaya main yang merupakan gabungan keduanya. Umpan-umpan pendeknya menyisir segala lapangan dan kemampuannya melakukan tugas bertahan dengan sigap, ‘mesin fisik’ yang baik mengingatkan saya kepada Fletcher.

Kesamaan lain mungkin karena sama-sama produk asli akademi United dan membela timnas Skotlandia.

Cenderung tidak terlalu maju, ketenangan dan kesederhanaan dalam mengumpan, mengontrol bola, dan visi bermain yang baik mengingatkan saya kepada Carrick. Hanya kurang umpan-umpan lambung yang cantik, tapi McTominay melakukannya saat memberikan umpan kepada Lukaku saat proses terjadinya gol Lingard di laga menghadapi Chelsea.

SkySports

Tapi yang kita lihat sekarang hanyalah berupa yang diinstruksikan oleh Mourinho kepadanya. Mourinho sendiri mengatakan kalau Scott McTominay bisa melakukan segalanya.

“Dia pemain fantastis, pemain tengah modern, dia bisa melakukan apapun,” seperti dikutip Squawka.

“Satu hal yang belum ia lakukan hanyalah mencetak gol, di mana dia sanggup, satu-satunya alasan dia tidak mencetak gol adalah karena tugas yang saya berikan padanya.

“Di masa depan dia akan bisa, kita melihatnya saat pra-musim.”

Scott McTominay Harus Belajar Dari Masa Lalu

Laurence Griffiths/Getty Images

Berhasil menembus tim utama Manchester United dari akademi adalah prestasi tersendiri. Tapi apakah itu saja sudah cukup?

Tugasnya sekarang lebih sulit dari sebelumnya. Bertahan di tim utama dan menampilkan permainan yang konsisten.

Permainan bagusnya saat ini tidaklah menjamin masa depannya di Manchester United.

Tengok saja ke belakang, ada nama-nama seperti Anderson, Cleverley, yang bermain baik dalam periode tertentu. Kemudian gagal di periode berikutnya sehingga harus angkat kaki dari Old Trafford.

McTominay harus tahu itu, karena transisi dari pemain muda tidak pernah mudah. Banyak wonderkid paling berbakat sekalipun gagal dalam tahapan itu.

Semuanya kembali kepada diri Scott McTominay sendiri. Good luck Scott!

Jangan sampai ketinggalan berita terbaru. Subscribe sekarang!

Berita Menarik Lainnya

Komentar ditutup.