Teriakan Nyaring Bonek Mania untuk Manajemen Persebaya

1.421

Persebaya telah kembali merumput di Liga Indonesia, Bonek menjadi aktor utama kembalinya Persebaya Surabaya. Saat ini, kota Surabaya kembali memanas setelah adanya keputusan “sepihak” dari manajemen klub kebanggan para Bonek Mania, yaitu Persebaya Surabaya.

Selamat datang kembali, Persebaya!!!

Pada tahun 2010 – 2013, Persebaya mengalami dualisme dan memaksa Persebaya “asli” untuk “mati” . Pada tahun 2017, Persebaya akhirnya bangun dari mati surinya dan kembali berkompetisi di Liga 2 Indonesia. Upaya kembalinya Persebaya ke Liga Indonesia tidak lain hasil dari usaha para Bonek Mania yang selalu setia dan terus memperjuangkan hak dari Persebaya “asli” untuk berkompetisi di Liga Indonesia.

Persebaya Surabaya

Persebaya kembali berlaga di Liga Indonesia setelah penantian panjang dan perjuangan keras dari para Bonek Mania. Persebaya akhirnya kembali dan diambil alih oleh salah satu media ternama di Indonesia yaitu Jawa Pos. Persebaya mulai mengatur kembali dan menerapkan beberapa inovasi untuk meningkatkan kualitas pemain & fasilitas yang ada.

Persebaya adalah identitas kota Surabaya

Diawal kembalinya Persebaya di Liga Indonesia, pada saat itu dipenuhi oleh lika-liku dari pihak luar bahkan dalam. Dari gaji pemain yang belum terbayarkan, fasilitas yang rusak, hingga nama transfer market Persebaya yang digunakan oleh Bhayangkara FC.

Foto dari akun instagram @jhonerlysimanuntak .

Pemerintah kota Surabaya pun sempat bersitegang dengan Bonek & Persebaya. Kala itu, pemkot Surabaya ingin mengalih fungsikan wisma yang biasa digunakan para pemain Persebaya. Namun, masalah itu akhirnya selesai dan telah dicapai kesepakatan antara dua pihak yaitu pihak manajemen Persebaya dan Pemkot Surabaya.

Tidak hanya warga Surabaya, bahkan seluruh warga Indonesia turut bahagia ketika Persebaya kembali berlaga di Liga 1 Indonesia. Tri Rismaharini, yaitu walikota Surabaya juga turut berbangga dan mengucapkan selamat untuk Persebaya. Walikota Surabaya bahkan memberikan pesan-pesan untuk Persebaya agar menjadi lebih baik kedepannya.

Anti rasis, Persebaya & Bonek menjadi lebih baik atau justru “menghapus” esensi dari sepakbola?

Perubahan Bonek Mania pun juga menjadi trending topic di Indonesia. Banyak yang berpendapat Bonek menjadi lebih baik dan lebih dewasa disebabkan turut ikut campurnya manajemen Persebaya untuk mengatur Bonek Mania. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang menganggap bahwa Bonek generasi Z telah “merusak” esensi sepakbola Indonesia. Beberapa pihak menganggap jika tawuran, melawan aparat, dsb adalah esensi sepakbola yang seharusnya tidak dihilangkan.

Laga antara Manchester United dan Liverpool hampir selalu berjalan panas dan menghadirkan berbagai insiden/DailyMail

Banyak negara sepakbola “membiarkan” tawuran antar suporter terjadi. Bahkan tidak jarang disaat derbi di dunia selalu menimbulkan korban, seperti North West Derby , Derby De Italy, atau Derbi El Clasico. Negara sepakbola didunia, bahkan Italia pun cenderung “membiarkan” tawuran terus terjadi. Tidak jarang, bahkan sering dan terbiasa jika derbi panas didunia selalu menimbulkan korban luka atau korban jiwa.

Janji yang “diingkari” pihak Manajemen Persebaya

Pada awal pengambilalihan, seluruh Bonek Mania percaya penuh jika Manajemen akan memberikan yang terbaik untuk Persebaya. Manajemen berjanji akan transparansi, membantu Bonek yang bermasalah dan memberikan hak suara penuh Bonek untuk Persebaya. Hingga akhirnya, manajemen mulai “menutup telinga” dan tidak menghiraukan apa yang diinginkan oleh para Bonek Mania.

Sebagian Bonek mulai menganggap manajemen sak enake dewe (semau hati) untuk membuat kebijakan tanpa menghiraukan protes, kritik, ataupun saran Bonek Mania. Bahkan, sempat terjadi masalah Bonek terjerat dengan perkara hukum, tetapi Manajemen lebih memilih untuk “tutup mulut”.

Manajemen Persebaya, dipihak manakah kau sebenarnya?

Manajemen Persebaya dan sebagian Bonek terus bergesekan satu sama lain. Seperti langkah Bonek yang terus mengawal salah satu pentolannya karena terjerat kasus hukum. Para Bonek mania setia untuk menemani pentolannya. Akan tetapi, lain halnya dengan manajemen Persebaya yang “menutup telinga” dengan perkara tersebut. Manajemen Persebaya bahkan sempat menutup kolom komentar Instagram hingga situasi mereda. Manajemen Persebaya seakan-akan hanya memandang “sebelah mata” para Bonek Mania yang mengawal salah satu pentolannya.

Sesungguhnya, tidak hanya masalah tersebut yang terjadi di Surabaya. Banyak saran & kritik Bonek seperti menolak Dutra, menggaet Andik, hingga harga tiket yang mahal tidak dihiraukan oleh Manajemen Persebaya.

Blessing Game Persebaya atau “Mbati Akeh (Mendapat laba besar) Game” Persebaya?

 

Source : instagram @officialpersebaya

 

Gesekan terbaru antara Bonek Mania dan Manajemen Persebaya adalah permasalahan tiket pertandingan Persebaya kontra Sarawak FA. Pada pertandingan tersebut, harga tiket adalah menjadi masalah para sebagian Bonek Mania. Harga yang dipatok oleh manajemen menurut sebagian Bonek adalah harga yang tidak masuk akal. Namun, sebagian Bonek juga berpendapat bahwa harga tersebut wajar demi membangun Persebaya.

Source : Bola.net
Photo by Instagram @satriyagung05

Sebagai perbandingan, kala Persebaya vs QPR harga tiket termurah adalah Rp25.000 . Namun, ketika menjamu Sarawak FA harga tiket termurah adalah Rp50.000. Pertanyaan baru bermunculan, “QPR tim Inggris tapi mengapa harga tiket lebih murah?” . Jawaban paling logis dari pertanyaan tersebut mungkin adalah karena ketika itu sebagian harga tiket “ditanggung” oleh sponsor dari Persebaya vs QPR. Akan tetapi, keadaan saat ini berbeda, yaitu minimnya sponsor Persebaya vs Sarawak FA dan akhirnya memaksa harga tiket yang tidak wajar. Jawaban lain dari pertanyaan tersebut mungkin karena perbedaan tahun pertandingan. Kala itu Pertandingan dilaksanakan pada tahun 2012 dan saat ini dilaksanakan tahun 2018. Mungkin saja perbedaan tahun tersebut yang membuat harga tiket naik 2x lipat. Ataupun kemungkinan terburuk, yaitu manajemen memang ingin memperoleh laba sebesar-besarnya dari pertandingan blessing game tersebut. Lalu, jika memang misal minim sponsor adalah penyebab tingginya harga tiket, mengapa pertandingan tersebut tetap dilaksanakan? Apakah memang sengaja & membiarkan Bonek untuk menanggung mahalnya harga tiket tersebut? Mungkin hanya manajemen yang memiliki jawaban atas pertanyaan tersebut.

“Hobi” Surat-menyurat dari Manajemen Persebaya

Carut-marut dari masalah Bonek Mania dengan Manajemen seperti tiada henti. Pada saat Bonek Mania terus memberi kritik & saran untuk kemajuan Persebaya, pihak manajemen justru membuat surat terbuka yang seakan-akan menjelaskan keadaan dan ingin “menidurkan” kembali para Bonek.

Surat terbuka tentang tiket Blessing Game
Surat terbuka tentang Andik Vermansyah

Dampak langsung dari tersebarnya surat terbuka tersebut dapat dirasakan dengan terpecahnya para Bonek. Sebagian Bonek masih percaya dengan langkah yang dilakukan oleh Persebaya dan sebagian telah menganggap manajemen tidak menghiraukan “teriakan” Bonek Mania. Pada awal memimpin Persebaya, salah satu petinggi manajemen mengatakan bahwa “Dukung penuh Persebaya”, kalimat tersebut seolah-olah apapun yang terjadi tetap dukung Persebaya, tetapi di surat terbuka terbaru ia mengatakan “Mendukung Semampunya”, kalimat tersebut serasa bertolak belakang pada apa yang ia katakan sebelumnya. Lalu, apakah sekarang manajemen melupakan perjuangan Bonek Mania? Mengapa surat terbuka tersebut bertolak belakang dengan yang pernah ia katakan sebelumnya?

Entah mengapa, Manajemen sangat menyukai kegiatan “surat-menyurat”. Semestinya, manajemen Persebaya telah memperhitungkan dari efek jika menyebarkan surat terbuka tersebut. Apakah manajemen memang benar-benar memberikan penjelasan atau memang ingin menggiring opini Bonek Mania agar “tertidur” kembali? Tidak ada yang mengerti apa yang direncakan oleh pihak Manajemen. Yang jelas, semoga diwaktu yang akan datang Persebaya akan menjadi lebih baik dan lebih mendengarkan “teriakan” Bonek Mania.

*Narasumber : Agung Satriya [@satriyagung05] (Salah satu Bonek asli asal Surabaya sejak tahun 1998)

Jangan sampai ketinggalan berita terbaru. Subscribe sekarang!

Berita Menarik Lainnya

Komentar ditutup.