#EDITORIAL – The Thrill is Gone

0 73

“Meskipun ada semacam sentimen besar untuk seseorang ini, Anda tahu, ia memang telah memberi begitu banyak hal pada klub ini, tetapi hal itu tidak mengubah fakta jika Chelsea saat ini sedang berada dalam sebuah masalah, masalah yang amat besar. Ada perpecahan di dalam klub dan sebuah keputusan krusial harus dibuat.”

Kutipan di atas keluar langsung dari mulut Michael Emenalo, direktur teknis Chelsea sekitar pertengahan Desember tahun 2015, tepat sesaat setelah the Blues mengumumkan untuk berpisah untuk kedua kalinya dengan sang juru taktik, Jose Mourinho, seorang pelatih yang mendaratkan setidaknya 3 gelar Premier League dan 5 gelar prestisius lainnya ke Stamford Bridge.

Meski ucapan Emenalo tersebut memiliki poin yang lumayan valid, tidak sedikit pendukung Chelsea yang menyayangkan perkataan sang direktur teknis yang dinilai mendiskreditkan Jose Mourinho, seorang figur yang lebih dari sekedar pelatih buat mayoritas pendukung the Blues. Mourinho adalah sosok yang menempatkan nama Chelsea di peta persepakbolaan Eropa serta dunia.

“Nama Mourinho sama sekali tidak disebutkan oleh Emenalo. Ia menyebut Jose sebagai ‘seseorang’. Mourinho adalah manajer terbaik yang pernah dimiliki klub ini, sedangkan Emenalo bukanlah siapa-siapa,” tulis akun twitter Chelsea HQ yang memiliki tak kurang dari 250 ribu pengikut kala itu. “Saya pikir bagaimana Emenalo menyampaikannya, itu sangat buruk. Saya memiliki simpati untuknya karena ia seperti sosok yang mengorbankan dirinya untuk isu seperti ini, tetapi saya percaya ia bisa menyampaikannya dengan lebih baik,” sebut David Chidgey ketua Chelsea Supporter’s Trust (CST).

***

Keputusan Chelsea untuk berpisah dengan Mourinho tidak datang secara tiba-tiba. Tidak ada asap jika tidak ada api. Chelsea mengakhiri 9 dari 16 laga awal Premier League musim lalu dengan kekalahan. Suasana di dalam ruang ganti pun dinilai tidak kondusif, hal ini tersirat lewat perkataan serta gestur Mourinho di beberapa konferensi pers jelang dan pasca laga. Puncaknya terjadi pada sesi konferensi pers setelah Chelsea ditumbangkan Leicester, tepat beberapa hari sebelum Emenalo buka suara mengenai kabar pemecatan Mourinho.

“Saya pikir ini momen di mana para pemain kami bisa sadar, mereka bukanlah superstar. Mereka harus melihat Leicester, merekalah superstar dalam laga ini. Saya kira para pemain kami bisa melihat pemain Sunderland atau Watford karena saya rasa level kami ada di sana saat ini. Jujur saya merasa dikhianati. Saya bekerja 4 hari di lapangan latihan dan mengidentifikasi 4 pergerakan mereka di mana gol mungkin datang. 2 dari 4 situasi yang saya persiapkan itu adalah gol yang mereka cetak hari ini. Saya membahasnya dengan para pemain saat latihan, Anda bisa menanyakan hal itu pada mereka,” sebut Mourinho yang amat geram kala itu.

Bahkan setahun sebelumnya, musim 2014/15 di mana Chelsea keluar sebagai juara Premier League, kerenggangan antara Chelsea dan Jose Mourinho sudah mulai terlihat. Beberapa kali Mourinho kerap menunjukkan kekecewaannya terhadap suasana stadion Stamford Bridge yang nyaris tidak membantu timnya.

“Semua orang tahu saya mencintai Chelsea. Namun saat ini, bahkan saat bermain di rumah, ini terasa sulit. Kami seperti bermain di stadion yang kosong. Sangat sulit untuk menyatukan para pemain dan para pendukung. Saya melihat ke sekeliling Stamford Bridge dan merasa hampa, saya tidak berbicara mengenai jumlah orang yang datang, tapi suasananya, ini membuat frustrasi. Mereka seperti datang untuk menonton opera,” sebut Mourinho pada November 2014.

Sejak saat itu kerenggangan hubungan Mourinho dengan Chelsea semakin menganga lebar. Mulai dari pemain kunci yang kehilangan kepercayaan diri, kekalahan beruntun, hingga konflik yang melibatkan dokter klub, Eva Carneiro semakin mendekatkan Jose Mourinho kepada pintu keluar Stamford Bridge. Pelan tapi pasti, awan keraguan mulai menyelimuti para pendukung loyal Mourinho di Chelsea. Komentar-komentar mengenai konspirasi dan alasan lainnya dinilai sejumlah pendukung sebagai indikator titik balik kehancuran Mourinho di periode keduanya bersama Chelsea. Hingga pada akhirnya sejumlah dari mereka mulai memalingkan dukungannya dari Jose Mourinho. Love fades, eventually.

***

“Akan aneh melihatnya di Stamford Bridge dengan klub Premier League lain, tetapi kenyataannya itulah yang akan terjadi, sepak bola terus menatap ke depan. Ia memenangi banyak hal di sini, dan itu berarti ia akan mendapatkan rasa hormat dari pendukung kami yang pantas ia dapatkan. Saya yakin para pendukung kami akan bertepuk tangan untuknya sebelum laga,” sebut Tim Rolls, eks ketua CST.

Lawatan nanti bukanlah lawatan pertama Mourinho ke Stamford Bridge sebagai pelatih tim tamu. Sekitar 6 tahun lalu, Mourinho datang bersama Inter, di mana kala itu ia mendapat resepsi yang amat baik dari para pendukung serta para pemain Chelsea. Ia menghampiri setiap pemain the Blues dan memberi pelukan hangat sebelum laga resmi dimulai.

Nyaris setahun berlalu sejak keduanya berpisah, Jose Mourinho dan Chelsea tidak melihat ke belakang, keduanya memutuskan untuk menjalani jalan mereka masing-masing. Chelsea mencoba peruntungan dengan Antonio Conte dan Jose Mourinho memenuhi mimpinya untuk melatih Manchester United. Akhir pekan ini, mereka akan bertemu di persimpangan jalan. Chelsea akan menjamu Manchester United di Stamford Bridge, stadion yang sempat disebutnya sebagai rumah.

“Tidak, tidak ada tangisan di sana (saat Chelsea memecat dirinya untuk kedua kalinya). Saya merasa beruntung klub seperti Manchester United berfokus pada keseluruhan karier saya alih-alih hanya melihat 3 bulan terakhir (di Chelsea). Ada tantangan besar yang menanti di sini.” Mengingat bagaimana ia berpisah dengan Chelsea musim 2015/2016 , The Special One secara terbuka tidak terlalu mengharapkan sambutan baik untuk kedatangan dirinya sebagai manajer tim tamu.

Laga melawan Chelsea tidak hanya akan menjadi ajang pembuktian buat seorang Jose Mourinho, tetapi juga kesempatan yang tepat buat Chelsea untuk menunjukkan jika mereka telah sepenuhnya berpindah hati ke manajer baru mereka, Antonio Conte.

The thrill is gone
It’s gone away from me
And now that it’s all over
All that I can do is wish you well

(Albert/MUW)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Berita Menarik Lainnya
Komentar
Memuat...