Pengaruh Malcolm Glazer dan Dualisme Suporter MU

1.560

Malcolm Glazer, Seorang pengusaha yang cerdas

Malcolm Glazer memulai fokus untuk memiliki klub olahraga ketika membeli saham Tampa Bay Bucaneers, klub National Football League tahun 1995 seharga $192M. Akan tetapi, ia mulai dikenal di dunia sepakbola ketika membeli sekitar 90% saham klub asal Inggris, Manchester United pada tahun 2005, 10% saham lainnya dimiliki perusahaan asal Amerika lainnya.

Michael Regan/Getty Images

Pada awalnya, usaha yang dijalankan Malcolm Glazer & keluarga Glazer hanya berada di Rochester, New York. Keluarga Glazer pun akhirnya melakukan emigrasi ke Amerika Serikat. Dengan bermodal nama ayah Glazer yang besar, akhirnya keluarga Glazer tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan usaha yang cukup beragam.

Setelah ayah Malcolm meninggal. Pada tahun 1943, Malcolm mulai membuka bisnis berupa penjualan perhiasan dan perbaikan jam tangan. Akan tetapi, tidak hanya berhenti pada tahap tersebut, ia akhirnya mulai melakukan banyak perkembangan usaha dari tahun ke tahun. Hingga akhirnya Malcolm membeli saham perusahaan alat transportasi asal amerika, Harley Davidson pada tahun 1989.

The Sports Bank

 

Pembelian Malcolm Glazer yang cerdas

Malcolm Glazer melakukan pembelian secara resmi Manchester United pada Mei 2005 dengan mahar sebesar £790M. Pembelian Manchester United kala itu disokong oleh peminjaman dana dari jaminan aset klub. Lalu, hutang-hutang tersebut menumpuk bagi keluarga Glazer, tetapi juga ditanggung oleh manajemen Manchester United. Malcolm melakukan taktik buka lubang, tutup lubang saat akan mengambil alih Manchester United, disaat itu ia menggunakan dana hasil hutang untuk membeli saham Manchester United dan memanfaatkan keuntungan MUFC untuk membayar hutang.

Sejak Malcolm mengalami stroke pada tahun 2006, Joel Glazer dan Avram Glazer, tidak lain anak Malcolm yang menjadi penerus & penanggung jawab harian Manchester United. Keluarga Glazer memiliki 90% dari saham kepemilikan United, 10% lainnya dijual di New York Stock Exchange.

Malcolm Glazer, seorang malaikat sekaligus seorang iblis

Di bawah kepemilikan keluarga Glazer, ditahun 2018, hutang Glazer ditaksir hampir mencapai £560M. Nilai ini mencapai lebih dari 50% dari dana Glazer untuk pembelian saham MU pada tahun 2005. Akan tetapi, hutang tersebut tidak terlalu terlihat mencolok jika kita membandingkan dengan pemasukan Manchester tiap tahunnya.

MU saat diambil alih oleh Glazer bisa dikatakan menjadi salah satu masa keemasan yang pernah dimiliki Manchester United. Sejak 2005, setidaknya MU telah mendapatkan 7 piala mayor eropa.

Salah satu langkah yang diingat pendukung MU adalah ketika merekrut David Gill sebagai Chief Executive Manchester United pada tahun 2005. Setelah David Gill direkrut, Ia secara tidak langsung menjadi aktor penting dibalik layar kesuksesan Manchester United dengan beberapa langkahnya seperti melakukan pembelian pemain-pemain hebat MU. Kini, Gill telah berpindah jabatan sebagai Executive Board FA lalu digantikan oleh Ed Woodward.

 

The New York Times

Awal mula sebelum MU mendapat “Cengkraman” Malcolm Glazer

Pada awal 2000-an, kepemilikan United sempat dipegang oleh John Magnier dan J.P. Mc Manus sebagai pemilik mayoritas saham. Dua orang tersebut adalah kerabat Sir Alex ketika menyaksikan balap kuda (mereka bertiga biasa membuat taruhan di pacuan kuda ketika liburan klub). Namun, hal tersebut tak berlangsung lama, hingga akhirnya Malcolm mengambil alih kepemilikan John Magnier dan J.P. Mc Manus pada tahun 2005.

Kepemilikan United atas keluarga Glazer membuat para fans lawas United kecewa. Kekecewaan mereka pun masuk akal, yaitu karena tingginya hutang yang dimiliki United. Sebelum Glazer datang, hutang Manchester United hanya sekitar seperempat dari total penghasilan. Selain itu, kepemilikan United pun seakan “dijauhkan” dari fans United. Pada abad ke-19, fans bebas memberi aspirasi hingga pada akhirnya Glazer mengambil alih dan membuat Manchester United sebagai ladang bisnis tanpa memikirkan akademi, tradisi, dan sejarah Manchester United.

Upaya “penyelamatan” dari “Cengkraman” Malcolm Glazer

Sekumpulan fans setia United yang berlatar belakang bankir dan pengacara sempat ingin “menyelamatkan” dengan cara membeli saham Manchester United dari Glazer pada tahun 2010. Mereka menamakan diri mereka sebagai Red Knights. Namun, usaha tersebut berakhir gagal. Usaha lain fans United atas kepemilikan Glazer adalah melakukan kampanye Love United, yang telah berjalan sejak 2005. Tetapi tidak lama setelah gerakan Love United milik fans MU. Entah secara sengaja atau tidak, keluarga Glazer juga membuat gerakan Love United “tandingan” diluar negara Inggris (Love United India, Love United Indonesia, dsb). Karena gerakan “duplikat” tersebut juga, fans lawas dengan keluarga Glazer kembali memanas.

Tidak setuju oleh Malcolm Glazer, tapi mengapa Old Trafford selalu penuh?

 

 

Aksi lain fans United adalah dengan mendirikan FC United of Manchester (FCUM). FCUM didirikan dengan dana mandiri dari para fans United yang kecewa atas pembelian Glazer atas United. Fans ‘lawas’ pun tak meninggalkan Manchester United begitu saja. Mereka tetap mendukung Manchester United tetapi tanpa menguntungkan keluarga Glazer, salah satu cara yang dilakukan adalah hanya membeli tiket ketika pertandingan tandang. Fans lawas juga hanya mendukung via layar kaca atau menonton bersama di kafe ketika pertandingan di kandang. Lalu, pertanyaan baru muncul, “mengapa OT selalu penuh padahal fans sejati MU tidak masuk stadion?”, Jawaban pertanyaan tersebut adalah karena hanya para turis yang memenuhi tribun di stadion Old Trafford (alasan ini juga yang menyebabkan mengapa pertandingan kandang suara pendukung tidak terdengar jelas, turis biasanya hanya akan menghabiskan waktu di stadion untuk berfoto daripada mendukung).

Keluarga Glazer akhirnya mulai membuka diri. Mereka mulai menghormati sejarah & suporter Manchester United. Hal itu ditunjukan keluarga Glazer seperti mengubah nama tribun Old Trafford dengan nama para legenda Manchester United. Namun, Red Rebels & sebagian MUST (julukan fans MU) tidak percaya dengan langkah-langkah yang dilakukan keluarga Glazer, mereka menganggap keluarga Glazer saat ini takut kehilangan penonton karena performa menanjak dari FCUM. Keluarga Glazer takut jika seandainya FCUM promosi ke Liga Premier dan hal tersebut mengakibatkan kerugian karena fans lebih memilih FCUM daripada MUFC.

Pembelian Glazer atas saham MU juga mengakibatkan dualisme pendukung MU. Suporter terbagi menjadi dua yaitu MUST (Man United Supporters’ Trust) dan Red Rebels (Hooligan & Fans lawas garis keras MU & FCUM). MUST mendukung tandang & kandang MU dimanapun berada dan Red Rebels akan mendukung MU hanya saat away, hal tersebut dilakukan untuk menghindari keuntungan untuk keluarga Glazer. Tapi sejatinya, mereka tidak bergesekan satu sama lain & tetap mendukung tim yang sama tetapi dengan cara sedikit berbeda.

Jangan sampai ketinggalan berita terbaru. Subscribe sekarang!

Berita Menarik Lainnya

Komentar ditutup.